wanitasukabumi.com – Evi Susanti (25 tahun), melahirkan bayi kembar siam pertama di Kabupaten Sukabumi dengan jenis kelamin perempuan.
Bayi kembar siam itu bernama Queeneta Zaina (Nana), dan Queenesa Zahira (Ara). Nana dan Ara lahir pada Senin, 28 Juni 2021, di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung melalui operasi caesar.
“Nana dan Ara berdempetan di bagian perut dengan dua jantung dan satu hati. Tanpa operasi pemisahan, kedua nya tidak bisa hidup normal. Bahkan untuk beraktivitas pun susah misalnya duduk normal. Pasalnya, kondisi mereka beresiko pada kelainan tulang belakang dan bentuk kepala, karena posisi yang tidak wajar,“ terang ayah Nana dan Ara, Abdul Muslih (31 tahun), dikutip dari kitabisa.com.
Nana dan Ara dirawat di rumah seperti bayi pada umumnya dan untuk sementara waktu dibantu Bidan Desa.
Saat ini bayi sudah dipulangkan ke rumah orang tuanya di Perumahan Permata Indah Blok W, No. 18, RT 18/03, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Kaka kandung Muslih, Hilda Mursid (35 tahun), mengatakan Nana dan Ara dirawat di rumah seperti bayi pada umumnya dan untuk sementara waktu dibantu Bidan Desa untuk membantu memandikan bayi.
“Untuk perawatan bayi membutuhkan biaya yang cukup besar, kami tidak mampu. Apalagi pekerjaan ayah si bayi sebagai kurir expedisi dan ibu bekerja sebagai buruh pabrik. Selain biaya medis, kami juga membutuhkan biaya keperluan sehari-hari untuk kedua bayi,” kata Hilda melalui pesan singkat WhatsApp kepada wanitasukabumi.com, Kamis, 29 Juli 2021.
“Yang dibutuhkan sehari-hari yang lebih penting. Kami membutuhkan susu SGM 0-6 bulan yang mengandung 100 kalori, kebetulan aga susah di dapatkan susu itu. Bahkan sampai sekarang kita belum mendapatkan. Menurut dokter spesialis anak susu itu lumayan susah dicari,” lanjut Hilda.
Rencananya Nana dan Ara akan melakukan operasi pemisahan pada usia bayi memasuki delapan bulan. Harapan Muslih dan Evi, kedua bayinya bisa tumbuh dengan sehat sehingga bisa dilakukan operasi pemisahan dengan lancar dan berhasil. “Keluarga berharap yang terbaik untuk Nana dan Ara,“ kata Evi.
Untuk biaya operasi pemisahan Nana dan Ara, keluarga membutuhkan dana biaya sebesar Rp 1,5 M.
“Kalau ada yang berkenan membantu untuk biaya operasi nanti yang membutuhkan dana sebesar Rp 1,5 M, bisa memberi bantuan secara langsung kepada orang tua bayi dengan menghubungi 0857-8188-9055 (Abdul Muslih), atau bisa menghubungi saya di nomor 0857-9492-3186,” pungkas Hilda.
Selain memberikan bantuan secara langsung bisa juga melalui link kitabisa.com https://kitabisa.com/campaign/bayikembarzainazahira
